PASANGKAYU - Minggu (05/04/2026) pagi, di tengah hiruk-pikuk Car Free Day (CFD) yang digelar Pemerintah Kabupaten Pasangkayu di Anjungan Pantai Vovasanggayu, suasana yang biasa dipenuhi oleh gerakan senam dan derap langkah jogging kali ini mendapat sentuhan berbeda.
Di sela-sela aktivitas olahraga dan rekreasi, berdiri sebuah sudut yang lebih tenang namun tidak kalah menarik: perpustakaan hadir di ruang terbuka.
Bukan perpustakaan dalam pengertian lama dengan dinding dan rak-rak buku yang kaku. Ini adalah perpustakaan yang bergerak, menjemput masyarakat di tempat mereka berkumpul.
Melalui partisipasinya dalam CFD, perpustakaan membawa layanan literasi ke udara segar pantai, menawarkan pengalaman membaca yang berbeda.
Pengunjung yang sedang beristirahat dari senam atau sekadar berjalan-jalan dapat menyambangi sudut baca tersebut, membuka lembaran buku, atau sekadar mengenal lebih jauh berbagai layanan yang selama ini mungkin belum mereka ketahui.
Kehadiran perpustakaan di ruang publik seperti CFD bukanlah kebetulan. Ia adalah strategi sadar untuk mendekatkan literasi kepada masyarakat yang semakin sulit diluangkan waktu untuk datang ke gedung perpustakaan.
Dengan membawa buku-buku ke tempat yang ramai dan santai, perpustakaan mengirimkan pesan yang jelas: membaca tidak harus dilakukan dalam kesunyian dan keterpencilan. Membaca bisa menjadi bagian dari gaya hidup yang aktif, sehat, dan sosial.
Harapan yang dibawa oleh langkah ini pun cukup besar. Semoga kehadiran perpustakaan di ruang publik dapat semakin menumbuhkan minat baca dan budaya literasi di tengah masyarakat.
Bukan hanya anak-anak yang menjadi sasaran, tetapi juga orang tua, remaja, dan seluruh lapisan warga yang hadir di CFD.
Dengan cara ini, perpustakaan mengajak semua orang untuk memanfaatkannya sebagai ruang belajar sepanjang hayat—sebuah ruang yang tidak terbatas oleh dinding, jam kerja, atau keseriusan formal, tetapi hadir di mana masyarakat berada, dalam suasana yang paling rileks sekaligus bermakna. (*/dp)










LEAVE A REPLY