Home Daerah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasangkayu Ikut dalam Kegiatan Desk Usulan Rakortekrenban

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasangkayu Ikut dalam Kegiatan Desk Usulan Rakortekrenban

10
0
SHARE
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasangkayu Ikut dalam Kegiatan Desk Usulan Rakortekrenban

PASANGKAYU - Di balik setiap pembangunan yang berhasil, selalu ada proses perencanaan yang matang dan melibatkan banyak pihak.

Kesadaran inilah yang melatari partisipasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasangkayu dalam kegiatan Desk Usulan Rakortekrenbang, sebuah forum yang menjadi tindak lanjut dari Surat Gubernur Provinsi Sulawesi Barat tentang pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2027.

Kegiatan ini bukanlah sekadar pertemuan administratif biasa. Ia adalah simpul penting dalam alur perencanaan pembangunan daerah, tempat di mana usulan-usulan dari tingkat kabupaten dibawa ke meja provinsi untuk mendapat dukungan pembiayaan melalui APBD Provinsi.

Dengan kata lain, di forum inilah gagasan-gagasan yang lahir dari kebutuhan riil masyarakat Pasangkayu diadu, disaring, dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan.

Di dalam forum tersebut, berbagai perangkat daerah secara bergiliran menyampaikan dan mendiskusikan usulan program serta kegiatan strategis.

Setiap usulan dibahas dengan cermat, tidak hanya melihat urgensi dan kelayakannya, tetapi juga potensi dampaknya terhadap peningkatan layanan kepada masyarakat. Harapannya, pembangunan yang dihasilkan tidak hanya terarah dan efektif, tetapi juga berkelanjutan—bukan proyek jangka pendek yang selesai begitu anggaran habis, melainkan investasi jangka panjang untuk kesejahteraan rakyat.

Partisipasi aktif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pasangkayu dalam forum ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik. Layanan literasi dan pengelolaan arsip juga memiliki tempat dalam prioritas pembangunan daerah.

Semoga melalui sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun antara pemerintah kabupaten dan provinsi, berbagai program yang direncanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebab pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah perencanaan bukanlah tebalnya dokumen yang dihasilkan, melainkan seberapa jauh ia mampu menyentuh dan meningkatkan kualitas hidup warga yang dilayaninya. (*/fb)