PASANGKAYU - Senin pagi, 30 Maret 2026, menjadi hari yang sibuk bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Pasangkayu. Bukan karena tumpukan pekerjaan yang menumpuk setelah libur panjang Idul Fitri, tetapi karena kedatangan tamu istimewa yang berkeliling dari satu kantor ke kantor lain.
Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, bersama Wakil Bupati, Dr. Hj. Herny, melakukan inspeksi mendadak di hari pertama masuk kerja, memastikan bahwa aparatur sipil negara telah kembali pada ritme pelayanan publik setelah merayakan hari kemenangan.
Bupati Yaumil, didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. H. Badaruddin serta Kepala Bagian Protokol, memulai peninjauan di beberapa organisasi perangkat daerah strategis.
Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menjadi lokasi pertama, disusul Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kantor Dinas Pekerjaan Umum, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ako yang menjadi ujung peninjauannya.
Di setiap tempat, ia tidak sekadar melihat daftar hadir, tetapi berdialog langsung dengan para petugas dan menyapa masyarakat yang sedang mengurus keperluan.
Sementara itu, Wakil Bupati Herny bergerak ke wilayah Tikke Raya, melakukan inspeksi di Kantor Camat dan UPTD Puskesmas setempat.
Berdasarkan hasil peninjauan di lapangan, pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Pasangkayu telah aktif kembali. Tidak ditemukan keluhan berarti dari masyarakat yang datang mengurus keperluan administratif maupun kesehatan.
Namun, bagi Bupati Yaumil, sidak ini bukan sekadar memastikan kursi-kursi kantor terisi. Di tengah suasana yang masih hangat dengan silaturahmi Lebaran, ia membawa pesan yang lebih mendasar tentang bagaimana birokrasi harus bekerja dengan integritas.
Masih dalam balutan senyum dan salaman khas hari raya, Yaumil menyampaikan ucapan yang menyentuh sisi kemanusiaan para aparatur.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasangkayu kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri, minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir batin atas semua kesalahan maupun kekhilafan,” ungkapnya.
Ucapan itu menjadi pembuka yang lembut sebelum ia menyampaikan amanat tentang kedisiplinan.
Pesan yang paling spesifik justru ditujukan kepada mereka yang mengelola sistem kehadiran.
Yaumil berpesan kepada setiap operator absensi agar tetap amanah menjalankan tugasnya serta menjaga integritas kedisiplinan ASN, khususnya kedisiplinan waktu kerja.
Ia menekankan bahwa operator absensi tidak boleh gampang memanualkan absensi tanpa adanya keterangan yang jelas. Dengan kata lain, mereka yang mengawasi kedisiplinan justru harus menjadi contoh terbaik bagi ASN lainnya.
Lebih dari sekadar penegakan aturan, sidak yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati ini memiliki dua sisi yang saling melengkapi.
Di satu sisi, ini adalah upaya untuk memastikan denyut pelayanan publik kembali normal pasca-liburan. Di sisi lain, ini adalah ajang silaturahmi yang memanfaatkan momen Idul Fitri untuk mempererat hubungan antara pimpinan daerah dan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah.
Dalam birokrasi yang ideal, kedisiplinan tidak harus lahir dari ketakutan akan teguran, tetapi dari kesadaran bahwa setiap aparatur adalah bagian dari mata rantai yang menentukan kualitas layanan kepada masyarakat.
Dengan pesan yang disampaikan di hari pertama masuk kerja ini, diharapkan semangat Idul Fitri—kembali ke fitrah—benar-benar menjadi fondasi bagi kerja-kerja birokrasi yang lebih bersih, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan. (*/hms)










LEAVE A REPLY