Home Metro Sinergi Kebijakan dan Kampus: Pemkot Makassar Perluas Kolaborasi dengan FEB UMI

Sinergi Kebijakan dan Kampus: Pemkot Makassar Perluas Kolaborasi dengan FEB UMI

77
0
SHARE
Sinergi Kebijakan dan Kampus: Pemkot Makassar Perluas Kolaborasi dengan FEB UMI

MAKASSAR - Membangun kota yang maju dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi yang erat antara pemerintah dan dunia akademik.

Hal ini menjadi semangat utama dalam audiensi antara sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muslim Indonesia (UMI) dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, pada Rabu (14/1).

Dalam pertemuan yang didampingi oleh pejabat dari BRIDA, Bappeda, dan Bagian Kerja Sama ini, kedua belah pihak membuka ruang sinergi yang luas, mulai dari peningkatan kapasitas aparatur hingga perumusan kebijakan berbasis riset.

Secara spesifik, FEB UMI menawarkan dua kontribusi utama: pertama, sebagai mitra pengembangan sumber daya manusia (SDM) bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemkot Makassar, dan kedua, sebagai pendukung program pengembangan ekonomi kreatif.

Dekan FEB UMI, Muh Syafi’i Basalamah, menyampaikan, “Kami memiliki program bagi pegawai yang belum S1, maupun yang sudah S1 tetapi ingin melanjutkan ke profesi akuntan. Kami juga memiliki kelas Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memang diperuntukkan bagi masyarakat pekerja.”

Selain itu, ia menegaskan kesiapan fakultasnya untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif melalui sumber daya akademik yang dimiliki.

“Kami menawarkan kerja sama, khususnya dalam pengembangan ekonomi kreatif. FEB UMI memiliki komunitas dan sumber daya akademik yang siap mendukung program-program strategis Pemkot Makassar,” jelasnya.

Sekda Andi Zulkifly menyambut baik tawaran kolaborasi tersebut. Ia menekankan komitmen Pemkot untuk meningkatkan kualitas SDM, mengingat jumlah pegawainya yang mencapai sekitar 23 ribu orang.

“Jumlah pegawai Pemkot Makassar sekitar 23 ribu orang. Peningkatan kapasitas SDM menjadi kebutuhan utama. Saat ini sudah ada ASN yang menjalani tugas belajar, dan ke depan jika ada program pendidikan, sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan, termasuk dalam bentuk bantuan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengonfirmasi bahwa payung hukum kerja sama antara UMI dan Pemkot sudah ada, sehingga kolaborasi untuk penelitian dan pengembangan kebijakan dapat segera dieksekusi.

Di sisi lain, pihak kampus menyampaikan kebutuhan nyata berupa dukungan infrastruktur, khususnya perbaikan area parkir yang sering tergenang air.

Syafi’i Basalamah menjelaskan, “Pelataran parkir kami kondisinya kurang baik. Saat musim hujan sering terjadi genangan karena posisinya rendah. Kami berharap ada bantuan dari Pemerintah Kota Makassar melalui skema hibah.”

Andi Zulkifly pun merespons dengan menjelaskan mekanisme formalnya, menekankan pentingnya proposal yang detail dan waktu pengajuan yang tepat sesuai siklus anggaran perubahan.

“Kalau hibah, tentu harus dibuatkan proposal yang rinci, mulai dari lokasi, perkiraan anggaran, hingga peruntukannya sesuai aturan. Ini sudah tahun berjalan, sehingga prosesnya masuk dalam perencanaan kerja bulan Mei untuk APBD Perubahan. Namun, tetap dilihat waktu pelaksanaannya karena perubahan anggaran juga memiliki keterbatasan waktu,” jelasnya.

Pertemuan ini tentu menegaskan visi bersama untuk membangun ekosistem yang saling menguatkan, di mana kampus tidak hanya sebagai penyedia layanan pendidikan, tetapi juga mitra strategis dalam pembangunan kota yang inklusif dan berbasis ilmu pengetahuan. (hms)

Editor: Abi Ghifar