PASANGKAYU, UTAMA POS - Bupati Pasangkayu, H. Yaumil Ambo Djiwa, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati Pasangkayu. Ratusan peserta hadir memenuhi lapangan upacara pada pagi itu.
Acara ini dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) Pasangkayu. Para asisten sekretariat daerah, kepala organisasi perangkat daerah, serta jajaran TNI dan Polri juga turut hadir. Seluruh aparatur sipil negara dan peserta upacara lainnya memadati lokasi.
Peringatan tahun ini mengusung tema yang sarat makna. Temanya adalah “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema ini menjadi pengingat kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah berbagai tantangan.
Dalam amanatnya, Bupati Yaumil menekankan tiga pesan utama. Pertama, penguatan semangat nasionalisme di semua lapisan masyarakat. Kedua, pembangunan generasi muda yang berkarakter kuat dan berintegritas. Ketiga, komitmen bersama untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Pasangkayu tidak ingin peringatan ini sekadar menjadi rutinitas tahunan. Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional ke-118, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama. Ajakan itu mencakup menjaga persatuan dan semangat gotong royong.

Semangat gotong royong dinilai sebagai modal sosial yang sangat berharga. Ia menjadi perekat bangsa di tengah perbedaan suku, agama, dan budaya. Karena itu, nilai-nilai kebangkitan nasional harus terus diwariskan kepada generasi penerus.
Anak muda Pasangkayu diharapkan menjadi tunas-tunas yang kuat. Mereka tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang tinggi. Tunas bangsa yang sehat akan memastikan kedaulatan negara tetap kokoh di masa depan.
Pembangunan daerah juga menjadi bagian tak terpisahkan dari semangat kebangkitan nasional. Pemerintah Kabupaten Pasangkayu optimistis bahwa dengan persatuan yang solid, pembangunan akan berjalan lebih cepat. Semua pihak, dari pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat, harus bahu-membahu.
Upacara berlangsung tertib dan penuh khidmat hingga akhir. Barisan peserta tampak serius mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Setelah upacara usai, suasana kekeluargaan masih terasa hangat di antara para hadirin.
Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Pasangkayu menjadi bukti bahwa semangat 1908 masih hidup. Api perjuangan para pendiri bangsa terus menyala, kini dalam wujud pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. Pesan Bupati Yaumil mengakhiri upacara dengan harapan besar untuk masa depan Pasangkayu dan Indonesia. (*/net)










LEAVE A REPLY