Home Daerah Dari Sulbar untuk Indonesia: Surplus Beras dan Dukungan untuk Swasembada Nasional

Dari Sulbar untuk Indonesia: Surplus Beras dan Dukungan untuk Swasembada Nasional

3
0
SHARE
Dari Sulbar untuk Indonesia: Surplus Beras dan Dukungan untuk Swasembada Nasional

MAMUJU - Dalam sebuah perhelatan penting yang diikuti secara virtual dari Mamuju, Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, turut menyaksikan dan merayakan pengumuman swasembada pangan nasional oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan yang berpusat di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu, 7 Januari 2026, ini diikuti oleh seluruh pemerintah daerah di Indonesia, menandai sebuah capaian kolektif bangsa. Dari balik layar di UPTD Dinas TPHP Provinsi Sulbar, Gubernur Suhardi Duka menyampaikan kebanggaan yang mendalam.

“Saya kira ini adalah kebanggaan bagi satu negara yang mampu berswasembada pangan. Itu artinya negara itu memiliki satu power yang sangat kuat,” ujarnya.

Faktanya, kontribusi nyata terhadap kekuatan tersebut datang dari Sulawesi Barat sendiri, yang telah lebih dahulu merasakan kemandirian di sektor pangan.

Gubernur menjelaskan bahwa daerahnya tidak hanya aman, tetapi juga berperan sebagai penopang bagi wilayah lain.

“Di Sulawesi Barat, kita sudah lama swasembada pangan untuk beras. Bahkan kita masih surplus sekitar hampir 70 ribu ton yang bisa disuplai ke daerah lain seperti Kalimantan, Palu, dan wilayah lainnya. Jadi untuk Sulbar, kondisi pangan kita aman,” jelasnya.

Capaian ini tidak lepas dari implementasi kebijakan nasional yang diprioritaskan oleh Presiden.

“Kita bangga dengan prestasi Pak Presiden Prabowo yang menjadikan pangan dan energi sebagai prioritas. Banyak program yang sudah kita nikmati, termasuk program makan bergizi bagi anak-anak sekolah, yang secara langsung mengurangi beban pengeluaran keluarga,” tambah Suhardi Duka.

Data yang dipaparkan oleh Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulawesi Barat, Hamdani Hamdi, memberikan bukti pendukung yang konkret. Luas panen mengalami lompatan signifikan dari 63.181 ton pada tahun 2024 menjadi 74.131 ton di tahun 2025.

Dari sisi produksi beras, angka tahun 2025 mencapai 219.100 ton, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 149.323 ton per tahun.

“Artinya, Sulawesi Barat mengalami surplus beras sebesar 69.780 ton. Ini patut kita banggakan,” ungkap Hamdani.

Namun, di balik prestasi ini, masih terdapat pekerjaan rumah yang menanti. Dari total luas lahan sawah sekitar 42.900 hektare, baru 46 persen yang terlayani oleh irigasi.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama agar ke depan kita bisa meningkatkan produksi melalui pembangunan jaringan irigasi,” jelasnya.

Upaya ekspansi juga terus dilakukan, salah satunya melalui program percetakan sawah baru di Kabupaten Mamasa seluas 300 hektare yang diharapkan semakin mengokohkan ketahanan pangan daerah.

Momen panen raya dan pengumuman swasembada nasional ini, bukan sekadar seremonial. Bagi Sulawesi Barat, ini adalah pengakuan atas perjalanan panjang yang telah dilalui dan sekaligus pengingat untuk terus berinovasi.

Dengan fondasi surplus yang telah terbangun dan komitmen untuk memperbaiki infrastruktur pendukung, Sulbar tidak hanya menjadi bagian dari sejarah swasembada Indonesia, tetapi juga pilar yang siap menjaga keberlangsungannya di masa depan. (rls)